Sandi Blok
Posted by danangdwidarmawan in Deteksi & Koreksi Galat Komunikasi Digital on November 9th, 2009
Sandi blok pada prinsipnya adalah membentuk runtunan data dengan panjang tetap (k) selanjutnya menambahkan sejumlah (n-k) bit sehingga terbentuk codeword sepanjang n yang unik.
Jarak Hamming : banyaknya bit yang tidak sama antara dua codeword.
C1 = 011011, C2 = 110001
Jarak hamming kedua codeword diatasa dapat dinyatakan d(C1,C2) = 3
Bagaiman penambahan bit ini dapat memberikan kemampuan koreksi pada transmisi data digital dapat dijelaskan pada contoh berikut :
misalkan : k =2 dan n=5 maka :
blok data : 00 01 10 11 diubah menjadi 5 bit data
codeword : 00000 00111 11001 11110
Selanjutnya deteksi dapat dilakukan ketika blok diterima berbeda dengan pola bit codeword terkirim misalkan diterima blok codeword 00100 yang bukan merupakan sandi yang sah. Jika kita perhatikan sandi tidak sah diterima hanya diperlukan pengubahan satu bit akan menghasilkan pola bit dari sandi yang sah, yaitu 00000 sedangkan untuk menjadi sandi sah yang lain diperlukan pengubahan 2 bit untuk 00111, 4 bit untuk 11001, dan 3 bit untuk 11110. Dapat kita ambil kesimpulan bahwa sandi diterima adalah 00000 karena memiliki kemungkinan terbesar dibandingkan dengan sandi sah lainya atau memiliki jarak hamming terkecil. Ini adalah kemampuan koreksi galat dengan penambahan bit redundansi.
Pada suatu sandi dengan sandi C1, C2, C3, … Cs dengan S = 2^k, jarak paling kecil dmin pada sandi dinyatakan sebagai :
dmin =min [d(Si,Sj)] i ≠j
jika suatu sandi memenuhi dmin≥2t+1 dengan t bilangan bulat positif maka sandi dapat mengkoreksi galat sejumlah ≤t . Selanjutnya hubungan antar dmin dan t dapat dinyatakan sebagai berikut :
t = floor (dmin-1)/2 ; untuk mengkoreksi galat sejumlah t
t = dmin -1 ; untuk mendeteksi galat sejumlah t
Jika terjadi galat sejumlah dmin maka galat ini hanya mampu merubah satu codeword sah menjadi codeword sah yang lain, sementara ketika galat terjadi kuran dari dmin maka galat tidak akan merubah codeword sah menjadi codeword sah yang lain.
Beberapa pertimbangan dalam merancang sandi blok antara lain :
- untuk n dan k, maka diharapakan dmin terbesar yang mungkin
- harus mudah dalam penyandianya, tidak membutuhkan memori dan waktu proses yang banyak
- redundan bit sedikit, hemat bandwidth
- redundan bit banyak, mengurangi laju galat
Desibel …
Posted by danangdwidarmawan in Komunikasi Nirkabel on November 9th, 2009
Desibel adalah satuan yang seringkali digunakan dalam menyatakan perbedaan relatif kekuatan sinyal. Desibel dinyatakan sebagai logaritmik basis 10 yang merupakan rasio dari dua sinyal.
dB = 10 x Log10 (P1/P2)
Dengan :
Log10 adalah logaritmik basis 10
P1 dan P2 adalah daya sinyal yang dibandingkan
Selain daya, amplitudo sinyal juga dapat dinyatakan dalam dB.
dB = 20 x Log10 (V1/V2)
dengan V1 dan V2 adalah amplitudo sinyal yang dibandingkan
1 decibel (dB) = 10 * Log10(P1/P2)
beberapa pernyataan desibel yang sering dipakai dalam sistem telekomunikasi antara lain :
dBm = dB milliwatt = 10 x Log10 (Power in mW / 1 mW)
dBW = dB Watt = 10 x Log10 (Power in W / 1 W)
dari berbagai sumber
Membuat Kontrol pada GUI MATLAB aktif atau non-aktif
Posted by danangdwidarmawan in Belajar Matlab on July 21st, 2009
dari kemaren bingung cari fungsi ini eh dapet juga dari HELP nya MATLAB :: HELP emang mantab,,harus telaten aj nyarinya…
pada dasarnya contoh berikut menggunakan fungsi untuk merubah properti uicontrol pada matlab GUI :
pada tutorial matlab ini mula-mula kita bikin tampilan sebagai berikut ada GUI editor :
komponenya terdiri dari :
1.button group berisi 3 radio button : button group menyebabkan hanya salah satu dari ketiga radio button bernilai satu
2.edit text

tampilan
selanjutnya pada GUI editor klik kanan pada button group >>viewcallback >>SelectionChangeFcn
ini membuat fungsi pemilihan dari ketiga radiobutton dalam button group

ke fungsi seleksi
selanjutnya kita isi fungsi diatas untuk membuat edit text menjadi 3 macam keadaan dalam properti ‘enable’:
0n : dapat diedit
off : tidak dapat diedit berwarna abu-abu
inactive : tidak dapat diedit tetapi tidak abu-abu
fungsinya sebagai berikut :
function uipanel1_SelectionChangeFcn(hObject, eventdata, handles)
% hObject handle to uipanel1 (see GCBO)
% eventdata reserved – to be defined in a future version of MATLAB
% handles structure with handles and user data (see GUIDATA)
%fungsi untuk mengubah properti (enable) ui control
if (hObject == handles.on)
set(handles.edit1, ‘enable’, ‘on’);
elseif (hObject == handles.off)
set(handles.edit1, ‘enable’, ‘off’);
else
set(handles.edit1, ‘enable’, ‘inactive’);
end
kata setelah (handles) adalah nama “Tag” pada properti uicontrol
hasilnya adalah sebagai berikut :

hasil (off)
selamat mencoba dan mengembangkan :::
Pengembangan suatu mode-terkunci (mode-locked), Penguat kelas E untuk RF
Posted by danangdwidarmawan in Telekomunikasi on July 17th, 2009
Oleh : Max Nielsen,
Paul Gan,
Brian LeFevre,
Industrial and Automotive,
Products Group,
AMI Semiconductor
Penguat kelas E dapat diubah menjadi suatu bentuk penguat yang lebih efisien, dengan osilator tuned-input, tuned-output (TITO) yang ditambahi dengan osilator tertala (tuned-oscillator) pada gerbang-gerbangnya. Penguat dengan osilator seperti ini memiliki penambahan daya hingga orde 80%, dan dapat diatala ke frekuensi yang akan dikuatkan. Osilatornya adalah mode-terkunci dengan menambahkan sebuah transistor kedua, yang dibawa ke frekuensi yang akan dikuatkan. Hasil keseluruhan efisiensi penambahan daya adalah pada orde 60%.
Konsep ini telah diverifikasi pada simulasi, untuk MOSFETs yang dibangun dengan AMIS C3(0,35 micron) CMOS, dan beroperasi pada 915 Mhz. Suatu transistor tunggal dengan W/L = 100 um/0.35 um melepaskan 6mW ke suatu beban 50ohm. selanjutnya
Sistem Perintah Suara Untuk Navigasi Kursi Roda Cerdas Menggunakan Model Jaringan Saraf Tiruan
Posted by danangdwidarmawan in Umum on July 17th, 2009
Makalah Tugas Matakuliah Pengolahan Sinyal Digital
SISTEM PERINTAH SUARA UNTUK NAVIGASI KURSI RODA CERDAS
MENGGUNAKAN MODEL JARINGAN SARAF TIRUAN
Danang Dwi Darmawan (L2F 005 525), Hilda Kamaruddin (L2F 005 540), Jason A. Bunga (L2F 005 544)
Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro
Jln. Prof. Sudharto, Tembalang, Semarang, Indonesia
ABSTRAK
Ketika beberapa individu dengan keterbatasan gerakan dapat terbantu dengan kursi roda standar, beberapa individu dengan keterbatasan gerakan lainnya mengalami kesulitan atau mustahil untuk dapat mengoperasikan kursi roda standar. Untuk mengakomodasi populasi ini, beberapa peneliti telah mempergunakan teknologi yang mula-mula dikembangkan untuk mobile robot untuk menciptakan smart wheelchair (kursi roda cerdas), yang mengurangi kebutuhan fisik, keteramatan, dan keterampilan yang diperlukan untuk mengoperasikan kursi roda standar. Selain kebutuhan kemampuan korsi roda seperti disebut diatas, kursi roda dapat dikembangkan lebih lanjut dengan mengintegrasikan kedalam sistem kontrol kursi roda dengan sub-sistem pengenalan suara sebagai perintah kontrol (voice command), sehingga dimungkinkan pengguna kursi roda yang tidak dapat menggunakan organ tangannya dengan baik dapat melakukan kendali terhadap gerakan kursi roda menggunakan suara. Salah satu metoda yang dapat digunakan dalam perancangan pengenalan suara adalah jaringan saraf tiruan.
Kata kunci : Kursi Roda Cerdas, Perintah Suara baca lebih lanjut






Recent Comments